Thursday, 07 April 2011 07:08
Tahun 2015 diperkirakan ada 36 juta penduduk dunia yang meninggal akibat penyakit ginjal. Selain ancaman kematian, penderita penyakit ginjal kronik (dalam jangka waktu lama) juga akan berhadapan dengan konsekuensi hemodialisa seumur hidup. Padahal, jika ditemukan lebih awal, penanganan dapat dilakukan lebih cepat untuk mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut. Ada 2 kondisi/penyakit yang paling sering menyebabkan kerusakan ginjal, yaitu diabetes sekitar 27% dan hipertensi sekitar 44% dari total kasus kerusakan ginjal. Rusaknya ginjal menyebabkan menumpuknya zat-zat yang seharusnya dibuang dan dapat membahayakan jantung seperti fosfor, kalsium dan homosistein. Selain itu ginjal tidak mampu lagi mengatur keseimbangan tekanan darah sehingga jantung bekerja lebih berat yang membahayakan kesehatan jantung. Oleh sebab itu, ginjal yang rusak akan membahayakan jantung, sebaliknya dengan melindungi ginjal, telah menyelamatkan jantung.