Beranda Artikel Kesehatan Tenang, Membahayakan! Prediksi Risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) dengan Lebih Akurat

Tenang, Membahayakan! Prediksi Risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) dengan Lebih Akurat

Seringkali kita mendengar kabar kematian mendadak akibat serangan jantung, bahkan sering terjadi pada usia produktif. Serangan jantung dapat disebabkan oleh berbagai jenis penyakit jantung, salah satunya yang paling sering dijumpai adalah penyakit jantung koroner (PJK). Badan kesehatan Internasional (WHO) pun telah menyatakan bahwa PJK saat ini adalah penyebab utama kematian di dunia.

Pada PJK, organ jantung tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, karena otot jantung rusak akibat kekurangan oksigen. Penyempitan pembuluh darah akibat menumpuknya lemak (aterosklerosis) diketahui sebagai penyebab utamanya. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengenal dan menyadari akan penyakit membahayakan ini. Mitos bahwa orang gemuk yang berisiko tinggi terkena serangan jantung karena kolestrolnya pasti lebih tinggi dibandingkan orang kurus pun masih terus terdoktrin dalam pikiran banyak orang. Selain itu, banyak kasus serangan jantung tetap terjadi meski kadar kolestrolnya normal. Tak heran, 1 dari 3 kasus serangan jantung terjadi pada orang dengan kadar kolestrol normal.

Dalam jumlah yang cukup, kolesterol dibutuhkan tubuh diantaranya untuk membangun dinding sel dan membentuk hormon-hormon penting. Sebesar 80% kolesterol dihasilkan tubuh kita sendiri, dan 20% sisanya berasal dari makanan. Agar bisa dimanfaatkan oleh jaringan tubuh, kolesterol harus dikirim ke jaringan tubuh tersebut lewat sirkulasi darah. Namun, kolesterol bersifat tidak larut dalam air, sehingga tidak bisa bersirkulasi bebas dalam darah. Oleh karena itu, perlu bergabung dengan protein dan membentuk suatu partikel yang dinamakan lipoprotein agar bisa masuk ke pembuluh darah dan dikirim ke jaringan tubuh yang membutuhkan.

Gangguan metabolisme lemak (lipid) yang dikenal dengan dislipidemia, ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, kolestrol ‘jahat’ LDL, trigliserida, dan penurunan kadar kolesterol ‘baik’ HDL diakui sebagai cikal bakal terjadinya aterosklerosis. Namun dari beberapa penelitian ditemukan adanya faktor lain yang berperan dalam terjadinya PJK, yaitu Apo B dan hs-CRP.

Apo B atau apolipoprotein B sebagai komponen penyusun berbagai pertikel aterogenik (penyebab aterosklerosis), terutama partikel LDL, menjadi berbahaya jika jumlahnya berlebihan. Apo B dapat membuat partikel LDL yang memiliki sifat mudah menempel di dinding pembuluh darah tertahan lebih lama di lapisan dalam dinding pembuluh darah (lapisan intima). Semakin banyak Apo B di daerah tersebut, maka semakin banyak pula penumpukan partikel yang berpotensi menyumbat pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi tidak lancar, bahkan berhenti. Kondisi inilah yang sering terjadi pada stroke dan serangan jantung.

Aterosklerosis dapat dipicu juga oleh adanya peradangan (inflamasi) dalam pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan kadar C-Reactive Protein (CRP) di dalam darah. Meski peningkatan kadar CRP tersebut dalam jumlah kecil, namun cukup bermakna jika dibandingkan dengan kondisi normal. Diperlukan metode yang lebih sensitif untuk dapat mendeteksi CRP dalam jumlah kecil tersebut, yaitu denga high sensitivity C-Reactive Protein (hs-CRP).

Tiap menit, jantung kita berdetak 60-100 kali tanpa henti, ketika kita sedang terjaga maupun di saat tidur, untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan memberikan nutrisi bagi setiap sel-sel tubuh kita. Bayangkan, betapa berat kerjanya. Karena itu, berikan sedikit perhatian pada jantung kita untuk hidup yang lebih berkualitas. Lakukan pemeriksaan Apo B dan hs-CRP untuk mengetahui kondisi jantung kita, sebagai ungkapan terima kasih atas kerja kerasnya