Beranda Artikel Kesehatan

Artikel

5 Aturan yang menghambat karier

5 Aturan yang menghambat karier

Sebagian besar orang berpikir bahwa mereka mengetahui kunci untuk mencapai kesuksesan. Namun, untuk meraih kesuksesan tersebut sebaiknya Anda tidak selalu mengikuti aturan yang berlaku. Bisa-bisa, karier Anda malah macet.Menjauhi masalah yang memancing emosi. Sean O'Neil, seorang konsultan manajemen di New York, menyarankan, "Komunikasikan semua masalah Anda dengan rekan kerja, meskipun bersifat personal, sulit, atau canggung karena pekerjaan," ungkapnya. Tak perlu takut untuk mengungkapkan apa yang Anda anggap mengganggu atau merugikan dengan rekan kerja Anda. Bersikap lah bijak untuk memilih topik obrolan tentang hal ini, agar suasana kerja tidak malah memburuk.Menapaki jenjang karier. Banyak orang berpendapat bahwa seorang pekerja dinilai berdasarkan jabatan dan besarnya penghasilannya. Namun, ternyata tak semua orang ingin punya tanggung jawab dan kekuasaan yang lebih banyak. "Tak ada keharusan bagi setiap orang untuk punya jenjang karier yang tinggi. Bergeraklah secara horisontal. Atau jadilah seorang wirausaha jika itu membuat Anda bahagia," ungkap Michelle Goodman, penulis buku The Anti 9-to-5 Guide. Bahkan jika Anda tak bergerak vertikal dan menginginkan jenjang karier dan promosi yang tinggi, Anda bisa menjadi bos di masa depan dari perusahaan Anda sendiri.
SOICHIRO HONDA : “Lihat Kegagalan Saya”

SOICHIRO HONDA : “Lihat Kegagalan Saya”

Pengalaman adalah guru yang paling brutal dan kejam.Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda – diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever. Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…
Kesehatan Kerja

Kesehatan Kerja

Peranan tenaga kerja sebagai sumber daya manusia adalah sangat penting. Tenaga kerja yang sehat dan berkualitas merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan produktivitas dan profitabilitas suatu perusahaan. Bila terjadi kecelakaan atau penyakit akibat hubungan kerja tentu akan menyebabkan kerugian yang tidak kecil bagi semua pihak, baik pengusaha, tenaga kerja maupun masyarakat yang memerlukan produk atau hasil kerjanya. Oleh karenanya perlindungan terhadap tenaga kerja terhadap bahaya-bahaya yang mungkin timbul selama bekerja serta kenyamanan dan ketenangan kerja menjadi suatu kebutuhan yang mendasar untuk dipenuhi. Untuk itu pemerintah melalui Undang-Undang tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja mewajibkan setiap perusahaan untuk memberikan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan tenaga kerjanya.
Tenang, Membahayakan! Prediksi Risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) dengan Lebih Akurat

Tenang, Membahayakan! Prediksi Risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) dengan Lebih Akurat

Seringkali kita mendengar kabar kematian mendadak akibat serangan jantung, bahkan sering terjadi pada usia produktif. Serangan jantung dapat disebabkan oleh berbagai jenis penyakit jantung, salah satunya yang paling sering dijumpai adalah penyakit jantung koroner (PJK). Badan kesehatan Internasional (WHO) pun telah menyatakan bahwa PJK saat ini adalah penyebab utama kematian di dunia.Pada PJK, organ jantung tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, karena otot jantung rusak akibat kekurangan oksigen. Penyempitan pembuluh darah akibat menumpuknya lemak (aterosklerosis) diketahui sebagai penyebab utamanya. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengenal dan menyadari akan penyakit membahayakan ini. Mitos bahwa orang gemuk yang berisiko tinggi terkena serangan jantung karena kolestrolnya pasti lebih tinggi dibandingkan orang kurus pun masih terus terdoktrin dalam pikiran banyak orang. Selain itu, banyak kasus serangan jantung tetap terjadi meski kadar kolestrolnya normal. Tak heran, 1 dari 3 kasus serangan jantung terjadi pada orang dengan kadar kolestrol normal.
Osteoporosis? Gatotkaca pun Bisa Kena!

Osteoporosis? Gatotkaca pun Bisa Kena!

 Manfaatkan Keringanan Biaya 20% untuk Pemeriksaan N-MID Osteocalcin dan atau C-Telopeptide (CTx) selama Oktober 2011Penyakit osteoprosis bukan monopoli kaum perempuan dan usia tua. Banyak faktor yang mempengaruhi penyakit tersebut, sehingga Anda pun bisa saja mengidapnya. Kenali penyebab osteoporosis serta segera lakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kondisi tulang Anda.1 dari 3 wanita, atau 1 dari 5 pria berisiko mengalami osteoporosis. Mungkin saja Anda salah satunya, luangkan waktu 1 menit dan temukan jawabannya pada tes berikut:
Seminar Ilmiah Dokter : ApoB & hs-CRP Sebagai New Skrining PJK

Seminar Ilmiah Dokter : ApoB & hs-CRP Sebagai New Skrining PJK

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia, angka kematian akibat penyakit kardiovaskular diperkirakan akan meningkat jadi 17.5 juta hingga 20 juta pada 2015 (WHO, 2008). Selain itu, di Asia, penyakit ini lebih sering menyerang yang berusia lebih muda ketimbang di negara-negara belahan Barat. Hampir separuh dari mereka yang meninggal karena penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan stroke, berada dalam usia produktif, yakni 15-69 tahun.  Selain akibat penumpukan lemak, aterosklerosis dapat dipicu oleh adanya peradangan (inflamasi) dalam dinding pembuluh dara yang berlangsung lama. Peradangan ini ditandai dengan peningkatan kadar C-Reactive Protein (CRP).
Seminar Dokter : Simple Ways for Early Detection of Chronic Kidney Disease“

Seminar Dokter : Simple Ways for Early Detection of Chronic Kidney Disease“

Insiden penyakit ginjal kronis cukup tinggi di Indonesia, prognosis penyakitnya buruk dan membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar. Penyakit ginjal kronis sering baru terdeteksi pada stadium lanjut karena pada stadium dini umumnya tidak menunjukkan gejala yang spesifik, meskipun fungsi ginjal sudah mengalami penurunan. Deteksi dini penyakit ginjal kronis dapat dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium, salah satunya adalah pemeriksaan Cystatin C. Kadar Cystatin C dalam darah memperkirakan laju
Hematologi rutin dan Ferritin

Hematologi rutin dan Ferritin

Pemeriksaan ferritin tidak dapat dipisahkan dengan pemeriksaan hematologi rutin agar dapat memberikan informasi diagnostik lebih baik. Jika ditemukan keadaan anemia mikrositik dan hipokromik, maka pemeriksaan ferritin dapat digunakan untuk membedakan anemia yang disebabkan thalassemia atau infeksi kronik dan anemia yang disebabkan tumor dan lain-lain.Darah adalah cairan berwarna merah yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi.Fungsi darah :- transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air)- termoregulasi (pengatur suhu tubuh)- imunologi (pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri)- homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pengatur pH tubuh)Sel darah :1. Sel darah merah (eritrosit)Mengangkut oksigen dan karbondioksida.2. Sel darah putih (leukosit)Pertahanan tubuh terhadap virus dan bakteri.3. Platelet (trombosit)Berperan aktif pada pembekuan darah (koagulasi) dan menghentikan perdarahan (hemostasis)
Peran Ghrelin dan Obestatin terhadap Patogenesis Sindrom Metabolik pada pasien Obesitas

Peran Ghrelin dan Obestatin terhadap Patogenesis Sindrom Metabolik pada pasien Obesitas

Obesitas atau kegemukan sangat dikenal masyarakat karena dirasa cukup mengganggu penampilan. Pusat-pusat kebugaran dunia, menawarkan banyak paket pelangsingan yang bervariasi. Hal ini menandakan bahwa obesitas sudah menjadi masalah yang umum. Prevalensi obesitas semakin tahun semakin meningkat dan menjadi masalah di seluruh dunia. Meningkatnya kualitas kesehatan dan gizi saat ini, cenderung membuat orang terlalu banyak makan sehingga timbul obesitas (1).Sebenarnya obesitas bukan hanya mengganggu penampilan, akan tetapi merupakan sumber dari munculnya penyakit-penyakit yang ditakuti oleh masyarakat, seperti stroke, penyakit jantung koroner (PJK), diabetes melitus tipe 2 (T2DM), dan hipertensi. Obesitas saat ini diyakini sebagai pencetus kelainan-kelainan metabolik yang tergabung dalam sindrom metabolik (1).Kejadian obesitas sendiri dapat disebabkan karena adanya ketidakseimbangan energi untuk waktu yang lama, di mana asupan energi lebih besar dibandingkan energi yang dikeluarkan. Organ yang mengatur sistem ini adalah otak yang bekerja sama dengan organ lain khususnya saluran cerna yang diperankan oleh beberapa hormon pencernaan. Saluran cerna dan otak menjadi rekan komunikasi untuk regulasi nafsu makan (1, 2, 3, 4).
Hubungan antara Free Fatty Acid (FFA), Fatty Acid Binding Protein (FABP) dan Adiponektin dengan Inflamasi pada Obesitas Sentral

Hubungan antara Free Fatty Acid (FFA), Fatty Acid Binding Protein (FABP) dan Adiponektin dengan Inflamasi pada Obesitas Sentral

Saat ini telah terjadi peningkatan prevalensi kejadian overweight dan obesitas di seluruh dunia sebagai konsekuensi negatif dari meningkatnya perkembangan ekonomi di negara-negara Asia-Pasifik. The World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 1 milyar individu mengalami overweight dan sekitar 300 juta individu didefinisikan sebagai obes. Pada studi Indonesia Family Life Survey 3 yang dilakukan pada 20.593 individu di tahun 2000, disebutkan bahwa prevalensi obesitas (BMI > 30 kg/m2) di Indonesia pada pria sebesar 1,3% dan pada wanita sebesar 4,5% (1).